twitter


Pertama untuk membuka program cobol, kita terlebih dahulu harus masuk ke Command Prompt. Kemudian masuk ke folder COBOL dengan cara mengetik “cd cobol” pada disk tempat penyimpanan COBOL, lalu Enter. Setelah itu buat nama file dengan cara mengetik “edit namafile.cob” misalnya “edit Hitung.cob”, lalu Enter. Setelah masuk, ketikan coding seperti Gambar 2.1 dimulai pada kolom 8 dan pada baris ke-11 ketikan coding pada kolom 12.

Gambar 2.1

Jika sudah selesai, program di simpan. Kemudian Exit. Lalu compile program dengan cara mengetik “cobol namafile.cob” misalnya program yang disimpan diberi nama “Hitung.cob” maka ketik “cobol Hitung.cob”, lalu Enter sebanyak 3x dan akan tampil seperti Gambar 2.2. Program harus “No errors or warnings”, Jika salah 1 maka program tidak dapat di running. Jika sudah tidak ada yang error, maka running program dengan cara mengetik “runcobol Hitung.cob”, lalu Enter. Output akan tampil seperti Gambar 2.3.

Gambar 2.2

Gambar 2.3

       identification division. ==> Divisi ini berguna sebagai identifikasi program COBOL yang kita buat misalnya “author” dan “program-id”
       program-id. Hitung. ==> Nama program dengan nama “Hitung”
       author. Tri Sutrisno. ==> Nama pembuat dengan nama “Tri Sutrisno”
       data division. ==> Divisi ini berguna untuk mendeskripsikan variable-variabel dan
jenis tipe data yang digunakan dalam program COBOL
       working-storage section. ==> Digunakan untuk mendeklarasikan variabel dan tipe data yang digunakan dalam program COBOL
       77 angka pic 9(5). ==> Level number 77 digunakan untuk menyatakan variable independent (berdiri sendiri), hanya ada working-storage section. Variabel diberi nama “angka”. “pic 9(5)” digunakan untuk menyimpan data dalam bentuk numeric. Jumlah karakter pada picture karakter 9 adalah 5 yang ditempatkan dengan menggunakan tanda kurung “( )”
       77 angka2 pic 9(5).
       77 hasil pic 9(5).
       screen section. ==> Section ini berguna untuk mengatur bentuk format dari layar input maupun output.
       01 hapus. ==> Level number 01 digunakan sebagai awal dari record “hapus”
           02 blank screen. ==> Perintah untuk membersihkan layar
       01 masukan. ==> Level number 01 digunakan sebagai awal dari record “masukan”
           02 line 1 column 1 value 'Angka Pertama:'. ==> Level number 02 digunakan untuk mengisi keterangan dari record pada baris 1 kolom 1 dengan nilai yang akan ditampilkan dengan nama “Angka Pertama:”
           02 column plus 2 pic z(5) to angka. ==> Level number 02 digunakan untuk mengisi keterangan dari record kolom “Angka Pertama:“ ditambah 2. “pic z(5)” digunakan untuk menghilangkan nilai 0 di depan bilangan yang digunakan bersama picture karakter 9. Jumlah karakter pada picture karakter z adalah 5 untuk variable “angka”
           02 line 2 column 1 value 'Angka Kedua:'.
           02 column plus 2 pic z(5) to angka2.
       01 keluaran.
           02 line 5 column 1 value 'Hasil:'.
           02 column plus 2 pic z(5) from hasil.
       procedure division. ==> Divisi ini merupakan inti dari bahasa pemrograman COBOL karena pada divisi inilah semua statement instruksi dibuat
       mulai. ==> Difisi ini digunakan untuk memulai program
           display hapus. ==> Digunakan untuk menampilkan output dari record “hapus”
           display masukan. ==> Digunakan untuk menampilkan output dari record “masukan”
           accept masukan. ==> Digunakan untuk menerima input dari record “masukan”
           compute hasil = angka + angka2. ==> Digunakan untuk menghitung hasil dari variabel “angka + angka2”
           display keluaran. ==> Digunakan untuk menampilkan output dari record “keluaran”
           stop run. ==> Digunakan untuk menghentikan proses program


Pertama untuk membuka program cobol, kita terlebih dahulu harus masuk ke Command Prompt. Kemudian masuk ke folder COBOL dengan cara mengetik “cd cobol” pada disk tempat penyimpanan COBOL, lalu Enter. Setelah itu buat nama file dengan cara mengetik “edit namafile.cob” misalnya “edit Tri.cob”, lalu Enter. Setelah masuk, ketikan coding seperti Gambar 1.1 dimulai pada kolom 8 dan pada baris ke-13 ketikan coding pada kolom 12.

Gambar 1.1

Jika sudah selesai, program disimpan. Kemudian Exit. Lalu compile program dengan cara mengetik “cobol namafile.cob” misalnya program yang disimpan diberi nama “Tri.cob” maka ketik “cobol Tri.cob”, lalu Enter sebanyak 3x dan akan tampil seperti Gambar 1.2. Program harus “No errors or warnings”. Jika ada yang salah, maka program tidak dapat di running. Jika sudah tidak ada yang error, maka running program dengan cara mengetik “runcobol Tri.cob”, lalu Enter. Output akan tampil seperti Gambar 1.3.

Gambar 1.2

Gambar 1.3

       identification division. ==> Divisi ini berguna sebagai identifikasi program COBOL yang kita buat misalnya “author” dan “program-id”
       program-id. Tri. ==> Nama program dengan nama “Tri”
       author. Tri Sutrisno. ==> Nama pembuat dengan nama “Tri Sutrisno”
       environment division. ==> Divisi ini berguna untuk memberikan informasi peralatan yang digunakan dalam program
       data division. ==> Divisi ini berguna untuk mendeskripsikan variable-variabel dan jenis tipe data yang digunakan dalam program COBOL
       working-storage section. ==> Digunakan untuk mendeklarasikan variabel dan tipe data yang digunakan dalam program COBOL
       77 nama1 pic a(30). ==> Level number 77 digunakan untuk menyatakan variable independent (berdiri sendiri), hanya ada working-storage section. Variabel diberi nama “nama1”. “pic a(30)” digunakan untuk menyimpan data dalam bentuk alphabetic dan bersifat rata kiri. Jumlah karakter pada picture karakter a adalah 30 yang ditempatkan dengan menggunakan tanda kurung “( )”
       77 nama2 pic a(30).
       77 nama3 pic a(30).
       77 nama4 pic a(30).
       screen section. ==> Section ini berguna untuk mengatur bentuk format dari layar input maupun output.
       01 hapus. ==> Level number 01 digunakan sebagai awal dari record “hapus”
           02 blank screen. ==> Perintah untuk membersihkan layar
       01 masukkan. ==> Level number 01 digunakan sebagai awal dari record “masukkan”
           02 line 1 column 8 value 'Nama Pengurus'. ==> Level number 02 digunakan untuk mengisi keterangan dari record pada baris 1 kolom 8 dengan nilai yang akan ditampilkan dengan nama “Nama Pengurus”
           02 line 2 column 1 value 'Ketua: '. ==> Level number 02 digunakan untuk mengisi keterangan dari record pada baris 2 kolom 1 dengan nilai yang akan ditampilkan dengan nama “Ketua: ”
           02 column plus 2 pic a(30) to nama1. ==> Level number 02 digunakan untuk mengisi keterangan dari record kolom “Ketua: “ ditambah 2 dengan picture karakter a adalah 30 untuk variable “nama1”
           02 line 3 column 1 value 'Wakil: '.
           02 column plus 2 pic a(30) to nama2.
           02 line 4 column 1 value 'Sekretaris: '.
           02 column plus 2 pic a(30) to nama3.
           02 line 5 column 1 value 'Bendahara: '.
           02 column plus 2 pic a(30) to nama4.
       01 keluaran. ==> Level number 01 digunakan sebagai awal dari record “keluaran”
           02 line 10 column 8 value 'Susunan Panitia'.
           02 line 13 column 12 value 'Ketua'.
           02 line plus 1 column 8 pic a(30) from nama1.
           02 line 16 column 12 value 'Wakil'.
           02 line plus 1 column 8 pic a(30) from nama2.
           02 line 19 column 1 value 'Sekretaris'.
           02 line plus 1 column 3 pic a(30) from nama3.
           02 line 19 column 20 value 'Bendahara'.
           02 line plus 1 column 21 pic a(30) from nama4.
       procedure division. ==> Divisi ini merupakan inti dari bahasa pemrograman COBOL karena pada divisi inilah semua statement instruksi dibuat
       mulai. ==> Difisi ini digunakan untuk memulai program
           display hapus. ==> Digunakan untuk menampilkan output dari record “hapus”
           display masukkan. ==> Digunakan untuk menampilkan output dari record “masukkan”
           accept masukkan. ==> Digunakan untuk menerima input dari record “masukkan”
           display keluaran. ==> Digunakan untuk menampilkan output dari record “keluaran”
           stop run. ==> Digunakan untuk menghentikan proses program


Manajemen Data Telematika adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Contohnya yaitu client server yang dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

Client Server
Client Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya aplikasi yang menggunakan GUI) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server. Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi.

Karakteristik Client Server
1.      Service (layanan)
-          Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
-          Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
-          Server sebagai “provider”
-          Client sebagai “server”
2.      Sharing Resources (sumber daya)
Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
3.      Asymmetrical Protocol (protokol yang tidak simetris)
Many to one relationship antara client dan server. Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.
4.      Transparasi Lokasi
Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan. Lokasi server harus mudah diakses dari client.
5.      Mix and Match
Perbedaan server client platforms.
6.      Pesan Berbasiskan Komunikasi
Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.
7.      Pemisahan Interface dan Implementasi
Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.

Keuntungan Client Server
Berikut ini akan dijelaskan beberapa keuntungan dari penggunaan Client Server dalam sebuah jaringan :
1.      Client server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
2.      Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
3.      Semua data disimpan di server. Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
4.      Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
5.      Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

Kelemahan Client Server
Dibalik keuntungan dan keunggulan, pasti ada kelemahan. Begitu pun untuk client server. Client server memiliki beberapa kelemahan, diantaranya :
1.      Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
2.      Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
3.      Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
4.      Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

Arsitektur Client Server
  1. Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC.
  2. Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri.
  3. Berbagi hardware atau software.

Referensi :


I. Pendahuluan
Perubahan demi perubahan yang terjadi dari suatu zaman ke zaman berikutnya telah mengantarkan manusia memasuki era digital yang seringkali menimbulkan pertanyaan, "apakah kita masih hidup di masa kini atau telah hidup di masa datang?". Pertanyaan ini timbul karena hampir segala sesuatu yang semula tidak terbayangkan akan terjadi pada saat ini, secara tiba-tiba muncul di hadapan kita. Masa depan seolah-olah dapat ditarik lebih cepat keberadaannya dari waktu yang semestinya, berkat kemajuan teknologi informasi.

II. Teori
Telematika dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa telematika merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “Telekomunikasi dan Informatika” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.
Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :
  1. Penyampai informasi dimana Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
  2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.

III. Analisis
Semakin berkembangnya teknologi, maka akan mempengaruhi konsep dan penerapan telematika. Sebagai contoh pada hal komunikasi jarak jauh. Dahulu masyarakat berkomunikasi jarak jauh melalui surat menyurat, karena jauhnya jarak untuk berkomunikasi secara langsung. Seiring dengan berkembangnya teknologi, masyarakat sudah banyak menggunakan telepon untuk berkomunikasi langsung jarak jauh walaupun tanpa bertatap muka. Sedangakan sekarang kita dapat berkomunikasi dan dapat bertatap muka secara langsung yang dikenal dengan video call yang dapat menggunakan jaringan internet. Jadi masyarakat akan mempunyai konsep dan penerapan yang berbeda seiring dengan berkembangnya teknologi.

IV. Referensi


I. Pendahuluan
Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Di dalam Sistem Informasi, telematika merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan kualitas suatu sistem analis. Telematika juga dapat dikategorikan sebagai trend dari berbagai multimedia. Sehingga kebanyakan dari masyarakat yang berkecimpung di dalamnya sangat bergantung kepada telematika yang ada saat itu. Perkembangan ini mengakibatan perkembangan telematika tersebut lama kelamaan menjadi popular, dan kemudian dikenal dengan istilah “konvergensi”. Pada awalnya, media masih belum menjadi bagian dari  konvergensi telematika pada saat itu.

II. Teori
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “telematique”. Telematika dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa telematika merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “Telekomunikasi dan Informatika” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
1.      Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
2.      Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
3.      Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

III. Analisis
Telematika merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan kualitas suatu sistem, sehingga kebanyakan dari masyarakat yang bergerak di dalamnya sangat bergantung pada telematika. Terutama penggunaan internet dikalangan masyarakat yang digunakan sebagai sistem telekomunikasi. Hampir setiap orang yang menggunakan internet dapat berbagi data secara cepat. Hal ini dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak positifnya, yaitu segalanya dapat dilakukan dengan mudah, mulai dari membagi data berupa gambar, suara maupun video. Akan tetapi hal itu dapat menyebabkan dampak negatif, seperti pencurian atau pembajakan data yang digunakan untuk hal yang tidak baik. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna yang telah dicuri atau dibajak datanya. Oleh karena itu, gunakanlah telematika sebaik mungkin.

IV. Referensi